MENGENAL ALLAH SWT
MENGENAL
ALLAH SWT.
Saudaraku akhlak
pertama yang harus di tunjukan seorang hamba allah swt. ialah mengenal Nya. Ya,
pengenalan kita kepada allah yang akan menggiring kita agar menjadi hambanya
yang tunduk kepada Nya. Tanpa mengenalinya dengan benar, kita akan terjerembab
dalam jurang kenistaan yang tidak berujung. Seperti yang sudah dijelaskan
khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan jelas ”siapa menyembah pada zat yang maha
mulia, maka akan menjadi mulia. Dan siapa yang menyembah pada berbagai hal yang
nista, maka ia akan menjadi nista”.
Para nabi dan
rasul telah diangkat oleh Allah swt. untuk menjadi penyebar risalah,
mengenalkan manusia bisa beribadah kepada Allah dengan benar. Dengan itu
tercurahlah rahmat Allah di semesta alam. Hasil dari usaha perjuangan para nabi
dan rasul, serta orang orang yang ikut memperjuangkan agama yang benar, telah
sampai kepada kita sehingga kita termasuk orang yang mengenal Allah dengan
baik.
Sebelumnya, ada
dua bentuk orang yang tidak mengenal Allah swt. dengan baik. Pertama, tidak mau
mengakui adanya Allah karena tidak bisa menemukan alasan yang di anggap bisa
memuaskan akal. Kedua, sudah mengenal Allah, tetapi mewujudkan pengenalanya itu
dengan cara yang keliru.
Golongan yang
pertama yang marak terjadi saat ini, di era moderniasasi yang massif. Biasanya
mereka tidak mau bicara tentang tema yang berbau ketuhanan sebab dianggapnya sebagai
alasan yang kemunduran. Orang yang terlampau percaya pada tuhan, menurut mereka
akan terlena di dalam candu agama yang membuat keistimewaan manusia sulit
tercapai. Maka, mereka yang meyakini agama sebagai lawan dari kemajuan di dunia
ini.
Sebagai gantinya,
mereka mencoba mencari jawaban dari berbagai kebenaran dengan memunculkan sains
(ilmu pengetahuan). Berbagai penelitian dan penemuan pun bisa mereka lakukan.
Sehingga orang orang yang bergelut ke dalam dunia sains seakan telah menganggap
bahwa dengan sains mereka bisa melakukan segalanya, tidak ada celah yang
memerlukan andil tuhan.
Adapun golongan
yang kedua, mereka seperti kaum yang dihadapi oleh para nabi terdahulu. Mereka
pada dasarnya mengakui adanya Allah swt. sebagai tuhan dan seluruh makhlik hidup
lain. Allah adalah pencipta dari segala yang ada. Hanya saja, mereka
mengejewantahkan pengenalan ini dengan cara yang salah. Bahkan sesat.
Sumber:
Almaududy, Mhd.
Rois. 2022. Puncak Ilmu adalah Akhlak. Syalmahat Publishing: Semarang.
Komentar
Posting Komentar